Kantin Baru Cerita Lama
selama gue kuliah di kampus ini, gue mengalami 3 fase perubahan kantin yang berubah seiring dengan waktu. mulai dari apa yang anak-anak bilang kansas (kantin sastra) lama atau kancut (kantin kerucut), Kantor (kantin motor), sama yang paling baru ini Neo Kansas, yang mirip banget kaya foodcourt di mall-mall.
tadi pagi, gue telat bangun, yang menurut gue wajar karena sehabis debat kusir semalam gue tidur jam 3 pagi. debat kusir yang sangat bertele-tele itu berlangsung di sevel pejaten. well, lengkapnya gue akan ceritain di lain cerita. nah, habis grasak-grusuk mandi dan siap-siap gue terbanglah naik motor ke kampus terus parkir di fisip. gue lari setengah ngangkang ke kelas yang ga terlalu jauhlah dari parkiran fisip ini.
nyampe di belokan mau ke kelas, gue papasanlah sama so-called ketua kelas gue.
entah kenapa kata-kata yang akan keluar gue uda tau apaan.
so-called ketua kelas (SCKK) : "ga ada kelas lit, hehehe.."
Gue : "fakmadefakingfakbicesbecrazyyolokampretsompretsaustartarokedeh.."
Gusti Pangeran.
dibutuh sabar yang sangat besar ketika itu, kalau waktu itu gue kalap, bisa-bisa gedung di FIB jadi 9 gedung lagi. hah angkara murka.
anyway, menyadari tujuan gue uda ga ada, gue berencana kekantin, via HMJ atau Ruangan Sekretariat tempat anak-anak jurusan gue nongkrong, yang tentu saja masih kosong pas gue lewat karena itu masih pagi, dan yang bikin gue kaget adalah, tumben anak-anak jurusan gue rajin? pikiran ini sempat membuat gue 'terganggu' beberapa saat, sampe gue dapat epiphany, kalo anak-anak palingan ketiduran, jadi ngga ngampus pagi. nah ini lebih make sense, kemudian gue berjalanlah dengan pikiran yang terang ke arah parkiran motor FIB.
sampai beberapa kaki lagi dari kantor, gue liat kok, ini penuh sama motor ya? yang jualan pada kemana? oh tuhan kau timpakan kutukan apa pada penjual makanan yang tidak berdosa ini?! mereka cuma pengen hidup! cuma pengen bahagia! cuma pengen.. Oh! udah pindah rupanya..
Ehem.
ternyata kantin yang baru ini lebih nyaman gue liat, lebih cozy, lebih luas, tapi ga ada lagi warna-warna meja, semuanya jadi putih in this case, kalo lo mau nyari orang jadi harus ngeliatin satu kantin, kayar radar gitu.
but i can't help but to wonder, setelah ngitarin kantin sekali, bahwasanya orang-orang yang disini ga terlalu jauh berbeda dengan kantin yang terakhir. of course ada regenerasi dari maba, tapi tetap aja orang yang bertahan disini itu-itu lagi, disana-sana lagi, ceritanya? itu-itu lagi.
sambil duduk di salah satu bangku, gue flashback, yang kaya di film-film itu kaya gimana kantin ini dulu. gimana dulu gue masih dengan canggung duduk di kansas, gimana dulu gue masih suka bingung mau makan apa, gimana dulu gue mulai kenalan dengan anak-anak jurusan indonesia, gimana gue mulai bikin cerita sama mereka, gimana gue ketemu romo, dan yah.. semuanya.
beberapa kali pegawai kansas nyamperin gue dan nanyain gimana kansas baru ini, enak apa ngga? pertanyaan yang dengan tersenyum gue iyain. karena meskipun suasananya uda beda, selama orang-orangnya sama, cerita yang ada ya..
cerita lama.
tadi pagi, gue telat bangun, yang menurut gue wajar karena sehabis debat kusir semalam gue tidur jam 3 pagi. debat kusir yang sangat bertele-tele itu berlangsung di sevel pejaten. well, lengkapnya gue akan ceritain di lain cerita. nah, habis grasak-grusuk mandi dan siap-siap gue terbanglah naik motor ke kampus terus parkir di fisip. gue lari setengah ngangkang ke kelas yang ga terlalu jauhlah dari parkiran fisip ini.
nyampe di belokan mau ke kelas, gue papasanlah sama so-called ketua kelas gue.
entah kenapa kata-kata yang akan keluar gue uda tau apaan.
so-called ketua kelas (SCKK) : "ga ada kelas lit, hehehe.."
Gue : "fakmadefakingfakbicesbecrazyyolokampretsompretsaustartarokedeh.."
Gusti Pangeran.
dibutuh sabar yang sangat besar ketika itu, kalau waktu itu gue kalap, bisa-bisa gedung di FIB jadi 9 gedung lagi. hah angkara murka.
anyway, menyadari tujuan gue uda ga ada, gue berencana kekantin, via HMJ atau Ruangan Sekretariat tempat anak-anak jurusan gue nongkrong, yang tentu saja masih kosong pas gue lewat karena itu masih pagi, dan yang bikin gue kaget adalah, tumben anak-anak jurusan gue rajin? pikiran ini sempat membuat gue 'terganggu' beberapa saat, sampe gue dapat epiphany, kalo anak-anak palingan ketiduran, jadi ngga ngampus pagi. nah ini lebih make sense, kemudian gue berjalanlah dengan pikiran yang terang ke arah parkiran motor FIB.
sampai beberapa kaki lagi dari kantor, gue liat kok, ini penuh sama motor ya? yang jualan pada kemana? oh tuhan kau timpakan kutukan apa pada penjual makanan yang tidak berdosa ini?! mereka cuma pengen hidup! cuma pengen bahagia! cuma pengen.. Oh! udah pindah rupanya..
Ehem.
ternyata kantin yang baru ini lebih nyaman gue liat, lebih cozy, lebih luas, tapi ga ada lagi warna-warna meja, semuanya jadi putih in this case, kalo lo mau nyari orang jadi harus ngeliatin satu kantin, kayar radar gitu.
but i can't help but to wonder, setelah ngitarin kantin sekali, bahwasanya orang-orang yang disini ga terlalu jauh berbeda dengan kantin yang terakhir. of course ada regenerasi dari maba, tapi tetap aja orang yang bertahan disini itu-itu lagi, disana-sana lagi, ceritanya? itu-itu lagi.
sambil duduk di salah satu bangku, gue flashback, yang kaya di film-film itu kaya gimana kantin ini dulu. gimana dulu gue masih dengan canggung duduk di kansas, gimana dulu gue masih suka bingung mau makan apa, gimana dulu gue mulai kenalan dengan anak-anak jurusan indonesia, gimana gue mulai bikin cerita sama mereka, gimana gue ketemu romo, dan yah.. semuanya.
beberapa kali pegawai kansas nyamperin gue dan nanyain gimana kansas baru ini, enak apa ngga? pertanyaan yang dengan tersenyum gue iyain. karena meskipun suasananya uda beda, selama orang-orangnya sama, cerita yang ada ya..
cerita lama.
Comments
Post a Comment